tugas basis data
Senin, 08 Agustus 2016
Jumat, 25 Maret 2016
tugas basisi data 2 jawaban soal 2&4
jawaban pertanyaan no 2
perbedaan model data relasional, jaringan dan hierarkis
Model
relasional
berbeda
dengan model jaringan & hirarki.Pada model data relasional pemodelan
menggunakan tabel untuk merepresentasikan data & relasi antar data. Setiap
tabel terdiri atas kolom, dan setiap kolom mempunyai nama variable
tertentu.Inti dari model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan
dari record. Pada model relasional, skema atau deskripsi data pada model relasi
ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (Atribut atau kolom), dan tipe dari
tiap field.
Contoh :

Model jaringan
direpresentasikan
dengan sekumpulan record (Pascal),dan relasi antar data yang direpresentasikan
oleh record & lin. Model ini menyerupai model hirarki. Perbedaannya
terdapat pada suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua. Model
ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu
orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa
orangtua). Pada model jaringan, orang tua disebut pemilik dan anak disebut
anggota.
Model hirarkis
atau biasa
disebut model pohon ini menggunakan pola hubungan dengan istilah orang tua dan
anak. Terdapat juga istilah simpul (bercirikan kotak atau lingkaran). Simpul
yang berada diatas yang terhubung ke simpul pada level dibawahnya disebut orang
tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak
(hubungan 1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul –
simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Adapun hubungan antara
anak dan orang tua disebut cabang. Perbedaannya adalah, record-record
diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf.
JAWABAN SOAL NO 4
GAMBARKAN KASUS RELASI TABEL
Perlu kita ketahui sebelumnya untuk pengertian Relasi itu
sendiri yaitu adalah hubungan antara tabel yang mempresentasikan hubungan antar
objek di dunia nyata. Relasi merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel
dengan lainnya yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata dan
berfungsi untuk mengatur mengatur operasi suatu database. Hubungan yang dapat
dibentuk dapat mencakup 3 macam hubungan
One to One :
Mempunyai pengertian "Setiap baris data pada tabel pertama
dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua". Contohnya :
relasi antara tabel Siswa dan tabel orang tua. Satu baris siswa hanya
berhubungan dengan satu baris orang tua begitu juga sebaliknya.
One to Many:
Mempunyai pengertian "Setiap baris data dari tabel pertama
dapat dihubungkan ke satu baris atau lebih data pada tabel ke dua".
Contohnya : relasi perwalian antara tabel guru dan tabel siswa. Satu baris guru
atau satu guru bisa berhubungan dengan satu baris atau lebih mahasiswa
Many to Many:
Mempunyai pengertian "Satu baris atau lebih data pada tabel
pertama bisa dihubugkan ke satu atau lebih baris data pada tabel ke dua".
Artinya ada banyak baris di tabel satu dan tabel dua yang saling berhubungan
satu sama lain. Contohnya : relasi antar tabel siswa dan tabel mata kuliah.
Satu baris siswa bisa berhubungan dengan banyak baris mata pelajaran begitu
juga sebaliknya.
Rabu, 23 Maret 2016
Selasa, 22 Maret 2016
tugas praktikum 1
membuat folder menggunakan DOS
mengecek folder apasaja yang ada pada local disk E.
menggunakan cmd:
tampilan di monitor:
proses membuat folder baru :
hasil tampilan pada monitor:
demikian lah cara membuat folder dengan DOS.
terimakasih
Minggu, 20 Maret 2016
tugas basisdata 1
Perbedaan antara Sitem Pengarsipan Secara
Manual dan Basis Data
Pengertian,Pengarsipan(Arsip), Manual, dan Basis Data
- Pengarsipan(arsip)
. arsip adalah rekaman kejadian atau peristiwa yang di kemas dalam berbagai bentuk
sesiai dengan perkembangan tehnologi informasi.
. Pengarsipan ialah proses yang di lakukan untuk mengarsip.
- Manual
Manual dalah suatu pekerjaan yang di kerjakan secara langsung tan pa di bantu dengan
alat untuk mempermudah kerjanya.
- Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang telah tersusun dan ter organisir sehingga dapat
mudah disimpan dan mempermudah saat proses penyimpanan dan pemanggilan
kembali.
Pengarsipan Secara Manual
Secara umum pengarsipan secara manual adalah system membagi data yang akan di
simpan dalam blok-blok tertentu, dimana tiap blok memili kode baik berupa angka,hurup,
mapun kombinasi dari angka dan huruf.
Dalam hal ini sistem yang di gunakan masih manual, dimana masih harus di kerjakan
oleh manusia,dan akan menimbulkan resiko:
- Salah dalam mengarsip
- Salah dalam mengelompokkan atau menempatkan kedalam blok yang sesharusnya
- Memakan waktu,tempat, dan tenaga
Contoh yang dapat di liat adalah pada system surat masuk dan keluar pada kantor,siklus
akuntansi dan sebagainya.
Jadi, dalam hal ini bukan berarti system ini tidak bagu, kita masih bias meminimalisir
kesalahan dengan tetap berusaha agar selalu focus dan konsentrasi, namun pertanyaannya
sampai kapan kita akan mampu untuk tetap focus dan konsentrasi,maka daari itu sudah
saatnya menggunakan system sebagai alat bantu kita didalam bekerja, bukan berarti manusia
tidak bekerja , tetapi manusia sebagai pengawas yang mengawasi system dalam bekerja.
Pengarsipan Secara Basis Data
Berdasarkan judulnya sudah jelas bahwa peng arsipan dilakukan berdasarkan
system,yaitu sebuah sekema yang di buat oleh manusia yang didalamnya telah terbagi atas
berbagai blok ,dimana setiap blok di bedakan dengan kode baik berupa angka,hurup,maupun
gabungan dari angka dan hurup yang sesuai keperluan dan di sertai alur kerja yang jelas dan
pasti, tentunya dibuat dengan menggunakan tehnologi yang mendukung.
Dalam system ini manusia hanya sebagai perancang ,dan mengawasi jalannya kinerja
program yang telah di buat , apakah sesuai ataupun tidak, jika tidak maka akan di program
ulang lagi.
Selain itu , system ini meminimalisir kesalahan, menghemat ruangpenyimpanan,dan
lebih cepat dan mudah dalam peng aplikasiannya. Contohnya pada system penggajian pegawai,
dan MAYOB pada akuntansi.
Kesimpulan
Jadi, letak perbedaanya adalah dari cara penyelesaian masalahnya , dimana masalah
disini adalah cara mengarsipkan surat.
System manual masih memakan waktu, tenaga, dan tmpat penyimpanan yang cukup
banyak, ditambah lagi dengan resiko kesalahan dalam memasukkan data yang di arsip karna di
kerjakan oleh manusia. Sedangkan system informasi bekerja lebih cepat ,tepat ,dan evisien,
disamping menghemat waktu dan tenaga ,juga meminimalisir kesalahan, kalaupin terjadi
kesalahan itu masiih terletak kepada manusia yang memprogram system tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)





















