Jumat, 25 Maret 2016

tugas basisi data 2 jawaban soal 2&4


jawaban pertanyaan no 2
perbedaan model data relasional, jaringan dan hierarkis



Model relasional

berbeda dengan model jaringan & hirarki.Pada model data relasional pemodelan menggunakan tabel untuk merepresentasikan data & relasi antar data. Setiap tabel terdiri atas kolom, dan setiap kolom mempunyai nama variable tertentu.Inti dari model ini adalah relasi, yang dimisalkan sebagai himpunan dari record. Pada model relasional, skema atau deskripsi data pada model relasi ditentukan oleh nama, nama dari tiap field (Atribut atau kolom), dan tipe dari tiap field.

Contoh :


Model jaringan

direpresentasikan dengan sekumpulan record (Pascal),dan relasi antar data yang direpresentasikan oleh record & lin. Model ini menyerupai model hirarki. Perbedaannya terdapat pada suatu simpul anak bisa memilki lebih dari satu orang tua. Model ini bisa menyatakan hubungan 1:1 (satu arang tua punya satu anak), 1:M (satu orang tua punya banyak anak), maupun N:M (beberapa anak bisa mempunyai beberapa orangtua). Pada model jaringan, orang tua disebut pemilik dan anak disebut anggota.

Contoh:


Model hirarkis

atau biasa disebut model pohon ini menggunakan pola hubungan dengan istilah orang tua dan anak. Terdapat juga istilah simpul (bercirikan kotak atau lingkaran). Simpul yang berada diatas yang terhubung ke simpul pada level dibawahnya disebut orang tua. Setiap orang tua bisa memiliki satu (hubungan 1:1) atau beberapa anak (hubungan 1:M), tetapi setiap anak hanya memiliki satu orang tua. Simpul – simpul yang dibawahi oleh simpul orang tua disebut anak. Adapun hubungan antara anak dan orang tua disebut cabang. Perbedaannya adalah, record-record diorganisasikan sebagai tree (pohon) daripada graf.

Contoh:

JAWABAN SOAL NO 4
GAMBARKAN KASUS RELASI TABEL

Perlu kita ketahui sebelumnya untuk pengertian Relasi itu sendiri yaitu adalah hubungan antara tabel yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata. Relasi merupakan hubungan yang terjadi pada suatu tabel dengan lainnya yang mempresentasikan hubungan antar objek di dunia nyata dan berfungsi untuk mengatur mengatur operasi suatu database. Hubungan yang dapat dibentuk dapat mencakup 3 macam hubungan

One to One :
Mempunyai pengertian "Setiap baris data pada tabel pertama dihubungkan hanya ke satu baris data pada tabel ke dua". Contohnya : relasi antara tabel Siswa dan tabel orang tua. Satu baris siswa hanya berhubungan dengan satu baris orang tua begitu juga sebaliknya.





One to Many:
Mempunyai pengertian "Setiap baris data dari tabel pertama dapat dihubungkan ke satu baris atau lebih data pada tabel ke dua". Contohnya : relasi perwalian antara tabel guru dan tabel siswa. Satu baris guru atau satu guru bisa berhubungan dengan satu baris atau lebih mahasiswa



Many to Many:
Mempunyai pengertian "Satu baris atau lebih data pada tabel pertama bisa dihubugkan ke satu atau lebih baris data pada tabel ke dua". Artinya ada banyak baris di tabel satu dan tabel dua yang saling berhubungan satu sama lain. Contohnya : relasi antar tabel siswa dan tabel mata kuliah. Satu baris siswa bisa berhubungan dengan banyak baris mata pelajaran begitu juga sebaliknya.

SEKIAN


Selasa, 22 Maret 2016

tugas praktikum 1

membuat folder menggunakan DOS

mengecek folder apasaja yang ada pada local disk E.

menggunakan cmd:
tampilan di monitor:
proses membuat folder baru :




hasil tampilan pada monitor:


demikian lah cara membuat folder dengan DOS.

terimakasih

Minggu, 20 Maret 2016

tugas basisdata 1

Perbedaan antara Sitem Pengarsipan Secara
Manual dan Basis Data

Pengertian,Pengarsipan(Arsip), Manual, dan Basis Data

- Pengarsipan(arsip)
. arsip adalah rekaman kejadian atau peristiwa yang di kemas dalam berbagai bentuk
sesiai dengan perkembangan tehnologi informasi.
. Pengarsipan ialah proses yang di lakukan untuk mengarsip.

- Manual
Manual dalah suatu pekerjaan yang di kerjakan secara langsung tan pa di bantu dengan
alat untuk mempermudah kerjanya.

- Basis Data
Basis data adalah kumpulan data yang telah tersusun dan ter organisir sehingga dapat
mudah disimpan dan mempermudah saat proses penyimpanan dan pemanggilan
kembali.   
     
Pengarsipan Secara Manual

 Secara umum pengarsipan secara manual adalah system membagi data yang akan di
simpan dalam blok-blok tertentu, dimana tiap blok memili kode  baik berupa angka,hurup,
mapun kombinasi dari angka dan huruf.

 Dalam hal ini sistem yang di gunakan masih manual,   dimana masih harus di kerjakan
oleh manusia,dan akan menimbulkan resiko:
- Salah dalam mengarsip
- Salah dalam mengelompokkan atau menempatkan kedalam blok yang sesharusnya
- Memakan waktu,tempat, dan tenaga

Contoh yang dapat di liat adalah pada system surat masuk dan keluar pada  kantor,siklus
akuntansi dan sebagainya.

Jadi, dalam hal ini bukan berarti system ini tidak bagu, kita masih bias meminimalisir
kesalahan dengan tetap berusaha agar selalu focus dan konsentrasi, namun pertanyaannya
sampai kapan kita akan mampu untuk tetap focus dan konsentrasi,maka daari itu sudah
saatnya menggunakan system sebagai alat bantu kita didalam bekerja, bukan berarti manusia
tidak bekerja , tetapi manusia sebagai pengawas yang mengawasi system dalam bekerja. 
    
Pengarsipan Secara Basis Data

 Berdasarkan judulnya sudah jelas bahwa peng arsipan dilakukan berdasarkan
system,yaitu sebuah sekema yang di buat oleh manusia yang didalamnya telah terbagi atas
berbagai blok ,dimana setiap blok di bedakan dengan kode baik berupa angka,hurup,maupun
gabungan dari angka dan hurup yang sesuai keperluan dan di sertai alur kerja yang jelas  dan
pasti, tentunya dibuat dengan menggunakan tehnologi yang mendukung.

 Dalam system ini manusia hanya sebagai perancang ,dan mengawasi jalannya kinerja
program yang telah di buat , apakah sesuai ataupun tidak, jika tidak maka akan di program
ulang lagi.

 Selain itu , system ini meminimalisir kesalahan, menghemat ruangpenyimpanan,dan
lebih cepat dan mudah dalam peng aplikasiannya. Contohnya pada system penggajian pegawai,
dan MAYOB pada akuntansi.        

Kesimpulan

 Jadi, letak perbedaanya adalah dari cara penyelesaian masalahnya , dimana masalah
disini adalah cara mengarsipkan surat.

 System manual masih memakan waktu, tenaga, dan tmpat penyimpanan yang cukup
banyak, ditambah lagi dengan resiko kesalahan dalam memasukkan data yang di arsip karna di
kerjakan oleh manusia. Sedangkan system informasi bekerja lebih cepat ,tepat ,dan evisien,
disamping menghemat waktu dan tenaga ,juga meminimalisir kesalahan, kalaupin terjadi
kesalahan itu masiih terletak kepada manusia yang memprogram system tersebut.